Beberapa mall semakin sepi. Oleh sebab itu, perlu tindakan tepat melalui cara meningkatkan traffic mall yang telah terbukti efektif. Namun meningkatkan traffic jangan hanya sekedar mengadakan event tematik skala besar. Event tematik memang meningkatkan jumlah pengunjung ke area mall namun pengunjung yang datang seringkali bukan orang yng ada keinginan berbelanja.
Seperti yang sudah disebut sebelumnya, meningkatkan traffic pengunjung mall bukan hanya soal promosi besar-besaran. Meningkatkan traffic mall adalah tentang bagaimana menciptakan pengalaman yang membuat orang ingin datang dan kembali lagi. Saat konsumen semakin sensitif terhadap pengalaman visual dan kenyamanan dari saat hendak masuk hingga saat keluar mall, pusat perbelanjaan perlu mengadopsi strategi yang lebih modern dan relevan.
Bagaimana Cara Meningkatkan Traffic Mall yang Semakin Sepi? Ini Jawabannya
Kemudahan berbelanja secara online, jalanan yang semakin macet, dan jumlah mall yang semakin banyak adalah faktor yang menyebabkan traffic mall semakin berkurang. Oleh sebab itu, pastikan segera melakukan solusi terbaik utuk meningkatkan penjualan. Berikut adalah lima cara paling efektif yang dapat diterapkan mall untuk meningkatkan jumlah kunjungan secara konsisten.
1. Meningkatkan Kurasi Tenant agar Lebih Relevan dengan Kebutuhan Pengunjung
Pembeli datang ke mall karena mereka merasa bisa mendapatkan produk yang tepat, lengkap, dan relevan. Kurasi tenant sangat menentukan apakah mall dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Tenant harus mewakili kategori yang sedang naik daun. Beberapa rekomendasi kurasi yang diperlukan antara lain:
- fashion fast-moving,
- lifestyle essentials,
- gadget,
- skincare premium,
- tenant F&B yang memiliki basis pelanggan loyal.
Dengan memperhatikan kurasi yang tepat, mall dapat menarik pengunjung yang memang datang untuk membeli, karena mereka tahu mall tersebut menyediakan apa yang mereka butuhkan. Konsistensi dalam memperbarui tenant juga membuat mall tetap relevan, sehingga konsumen akan kembali berulang kali.
2. Mengoptimalkan Layout Mall (Terutama Parkiran)
Pengunjung dengan niat berbelanja membutuhkan kenyamanan dan kejelasan navigasi. Mall dengan layout yang buruk sering membuat pengunjung malas berkeliling, sehingga mengurangi potensi pembelian. Dengan memperbaiki alur pejalan kaki, memperjelas zoning kategori tenant, dan menyediakan spot istirahat strategis, mall dapat memperpanjang waktu kunjungan.
Ketika flow mall mudah dipahami, pengunjung lebih santai dalam berkeliling dan akhirnya lebih banyak masuk ke toko yang awalnya tidak mereka rencanakan. Durasi kunjungan yang lebih lama secara langsung meningkatkan peluang transaksi.
Layout parkiran juga perlu diperhatikan. Lakukan riset bagaimana sistem parkir yang memudahkan pengunjung untuk keluar masuk, serta kenyamanan mereka membawa barang belanjaan. Parkiran juga harus memiliki nilai lebih yang memancing mereka mau parkir dalam mall, misalnya ada layanan charging mobil listrik atau ada spot parkiran yang selalu tersedia dan bisa direservasi gratis.
3. Menghadirkan Program Promosi Kolaboratif Antar-Tenant
Program promosi yang tepat sasaran dapat menggerakkan pembeli yang sudah memiliki niat belanja. Kolaborasi antar-tenant seperti cashback lintas kategori, potongan harga terkurasi, atau paket belanja keluarga mendorong pengunjung untuk datang bukan sekadar melihat-lihat, tetapi langsung bertransaksi.
Selain mendorong penjualan, program seperti ini mengikat engagement pengunjung, karena mereka merasa mendapatkan nilai lebih dari setiap kunjungan. Mall pun mendapatkan traffic yang stabil dari pembeli yang memang ingin memanfaatkan promo tersebut.
Beberapa contoh program promosi ini misalnya jika berbelanja produk kecantikan maka akan mendapatkan voucher gym di dalam mall. Kegiatan gym juga dapat diberikan promosi semisal jika rutin datang minimal 8 kali dalam sebulan maka akan dapat voucher diskon makan di salah satu tenant F&B dalam mall. Hal ini tentu akan menciptakan kolam pelanggan setia. Selain itu, program seperti ini akan menciptakan efek mouth to mouth yang membantu meningkatkan pemasaran mall.
4. Meningkatkan Kenyamanan Belanja (Bukan Sekadar Fasilitas Mall)
Fokus utama mall haruslah memberikan pengalaman belanja yang tidak bisa digantikan oleh e-commerce. Hal-hal seperti suasana yang rapi, pencahayaan yang nyaman, sirkulasi udara yang baik, serta ambiance yang modern akan membuat pengunjung lebih betah berjalan dari satu toko ke toko lainnya.
Ketika mall mampu memberikan pengalaman fisik yang menyenangkan, pembeli akan merasa kunjungan mereka “bernilai” dan layak dilakukan. Mall dengan kenyamanan tinggi terbukti mampu menghasilkan pembeli loyal, bukan hanya pengunjung yang datang sekali lalu hilang. Beberapa solusi yang dapat meningkatkan kenyamanan mall misalnya:
- Mushola yang bersih, lega, dan nyaman serta aman untuk mereka yang membawa anak
- Fasilitas untuk anak usia 9 tahun kebawah sehingga dapat menjadikan mall destinasi rekreasi
- Penggunaan kiosk signage di setiap area mall untuk mendapatkan informasi tentang tenant mall
- Aturan bagaimana tenant boleh menyapa pengunjung mall sehingga pengunjung nyaman saat dalam mall
- Petugas yang sigap ketika ada yang butuh tempat parkira, atau cekatan jika antrian keluar parkir macet.
5. Memaksimalkan Fungsi Digital Signage Outdoor dan Indoor
Di era digital, media statis (seperti spanduk atau poster diam) sudah tidak lagi cukup untuk menangkap perhatian pengunjung yang terbiasa dengan visual bergerak di layar ponsel. Penggunaan Digital Signage (seperti Videotron, Video Wall, dan Digital Banner) di seluruh area mall bukan sekadar soal estetika, melainkan strategi psikologis untuk menyetir arus pengunjung agar berbelanja.
Pengimplementasian Teknologi untuk Meningkatkan Traffic Mall
Implementasi teknologi ini harus dilakukan secara menyeluruh dari luar hingga ke dalam. Hal ini dapat terwujud dengan menggunakan digital signage di ruang outdoor dan indoor mall. Seluruh signage harus saling terintegrasi.
-
Outdoor (The Magnet)
Videotron raksasa di fasad gedung berfungsi sebagai “magnet” pertama. Konten yang ditampilkan tidak boleh hanya logo mall, melainkan visual produk tenant yang menggugah selera atau tren fashion terbaru. Ini memancing orang yang awalnya hanya lewat di jalan untuk berbelok masuk ke dalam mall karena melihat penawaran visual yang menarik.
-
Indoor (The Converter)
Setelah masuk, pengunjung seringkali bingung atau hanya berjalan lurus. Digital signage di area koridor, lift, dan atrium berfungsi untuk memecah kerumunan dan mengarahkan mereka ke lorong-lorong tenant yang lebih sepi (dead zones). Visual makanan yang tajam atau video model mengenakan baju dari tenant mall dapat memicu impulse buying (pembelian impulsif) yang sangat efektif.
Dampak yang Diharapkan dari Penggunaan Digital Signage Terintegrasi di Mall
Penggunaan Digital Signage yang terintegrasi di seluruh mall di atas akan memberikan dampak signifikan. Memang akan ada cost di awal, namun nilai cost ini sebenarnya kecil dibandingkan manfaatnya untuk ekosistem dalam mall. Manfaat tersebut:
-
Memicu Belanja Impulsif
Penempatan layar digital di dekat eskalator atau area tunggu dengan konten promosi flash sale tenant terbukti meningkatkan keinginan belanja pengunjung yang awalnya tidak berniat membeli.
-
Distribusi Traffic yang Merata
Manajemen mall dapat mengatur konten untuk mengarahkan pengunjung ke lantai atau area yang sepi pengunjung melalui petunjuk visual yang menarik, sehingga seluruh tenant mendapatkan peluang penjualan yang sama.
-
Modernisasi Citra Mall
Mall yang dipenuhi layar digital berkualitas tinggi (High Definition) secara otomatis menaikkan “kelas” dan kenyamanan visual, membuat pengunjung betah berlama-lama.
-
Fleksibilitas Promosi
Manajemen dapat mengubah materi promosi dalam hitungan detik sesuai jam (misalnya: iklan kopi/roti di pagi hari, dan iklan restoran keluarga di malam hari) untuk memaksimalkan relevansi dengan perut dan kebutuhan pengunjung.
Dengan menjadikan mall sebagai ekosistem visual yang hidup melalui Digital Signage, Anda tidak hanya mendatangkan orang untuk jalan-jalan, tetapi secara aktif menuntun mereka untuk menjadi pembeli yang loyal bagi para tenant.
Tips Memilih Digital Signage untuk Meningkatkan Traffic Mall
Membeli digital signage tanpa perencanaan matang berisiko membuat mall justru mengalami kerugian. Banyak signage yang tampak murah di awal, namun memiliki kualitas panel rendah, durabilitas buruk, atau tidak kompatibel dengan kebutuhan konten jangka panjang. Masalah seperti brightness yang cepat menurun, warna yang tidak konsisten, hingga kerusakan akibat jam operasional panjang sangat sering terjadi apabila perangkat dipilih sembarangan.
Untuk itu, memilih penyedia digital signage yang tepat sangat penting. Indovisual merupakan solusi terbaik bagi mall yang ingin meningkatkan traffic secara efektif melalui teknologi display berkualitas tinggi. Dengan pengalaman panjang dalam penyediaan solusi audiovisual untuk ritel, perhotelan, dan pusat perbelanjaan, Indovisual memberikan perangkat yang dirancang untuk kebutuhan operasional intensif dan konten komersial.
Beberapa keunggulan Indovisual sebagai solusi signage mall antara lain:
- Kualitas digital signage yang tinggi (teknologi canggih dan daya tahan awet)
- Penggunaan signage yang mudah dan dengan maintenance yang sederhana
- Design yang premium dengan bantuan teknis design yang optimal untuk mall
- Layanan after sales yang responsif dan garansi produk yang panjang
- Team teknis yang siap jadi solusi konsultasi untuk mengoptimalkan penggunaan signage
Silahkan hubungi team Indovisual sekarang juga. Dapatkan konsultasi gratis, penawaran produk terbaik, ataupun janji temu untuk demo produk. Team Indovisual siap menjadi solusi terbaik untuk mall anda.
Demikianlah informasi mengenai cara meningkatkan traffic mall yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih.





